Home Umum Gunung Everest, Mengapa mayat dibiarkan begitu saja

Gunung Everest, Mengapa mayat dibiarkan begitu saja

by Rhobie
Gunung Everest, Mengapa mayat dibiarkan begitu saja

Gunung Everest, Mengapa mayat dibiarkan begitu saja : Para pecinta hiking yang meiliki hobby naik gunung pasti tau bahwa puncak tertinggi di dunia adalah puncak gunung everes. Tempat ini kerap disebut titik tertinggi yang paling dekat dengan langit. Suhunya yang sangat dingin dengan persediaan oksigen yang terbatas disertai cuaca ekstrim juga telah merenggut nyawa banyak orang yang telah berusaha menaklukannya. Bak meminta tumbal kematian yang hampir setiap tahun terjadi di lokasi ini. Untuk mereka yang mengalah pada kekuatan everest dan wafat di tempat ini jangan berharap ada tim SAR yang menyelamatkan atau membantu proses evakuasi.

Baca Juga: Harimau Sumatera

Biaya Mahal Evakuasi Jenazah di Gunung Everest

Dalam sejarah pendaki indonesia hanya terdapat lima orang saja yang berhasil menaklukkan puncak everest. Merekea adalah Clara Sukmawati yang menaklukkan everest pada tahun 1996, Serka Asmujiono pada tahun 1997, Norman Edwin di Tahun 2011, Fransiska Dimitri Inkirawang dan Mathilda Dwi Lestari Pada tahun 2018.

Baca Juga: Uhang Pandak Sumatera Kerinci antara Ghaib dan Nyata

Biaya evakuasi jenazah di Gunung Everest sangat mahal, itulah salah satu alasan mengapa mayat. Dengan begitu pihak keluarga hanya bisa merelakan anggota keluarganya yang wafat di gunung everest.

Menyelamatkan sama dengan bunuh diri

Ada banyak penyebab yang membuat para pendaki tewas ditempat saat mendaki gunung everest. Medan yang licin dan ekstrim, faktor kelelahan akibat kondisi tubuh yang tidak mampu lagi bertahan serta yang paling banyak adalah tidak sanggup menghadapi cuaca yang dingin atau disebut dengan hypotermia. Puncak everest berada diketinggian 8.848Mdpl, sedangkan pada ketinggian 8.000 saja zona tersebut sudah dinamakan Death Zone atau zona kematian. Hal ini dikarenakan minimnya ketersediaan oksigen. Dan para pendaki harus membawa setidaknya dua tabung oksigen yang digunakan demi membantu mereka untuk bernapas. Bukan hanya itu saja, pakaian yang berlapis yang digunakan oleh para pendaki sangat berat sehingga memberikan pertolongan pada orang lain adalah hal yang sangat mustahil. Kecuali jika memang pasrah dan berniat mengantar nyawa bersama di everest.

Baca Juga: Persiapan Camping yang harus diperhatikan

Pendaki akan dibiarkan sekarat dan tewas dengan mengenaskan di gunung everest

Pendaki yang datang ke gunung everest bisa disebut sebagai manusia yang punya nyali sangat besar dan sudah siap menghadapi resiko kematian. Bisa saja mereka datang dengan rombongan namun saat sudah tidak sanggup lagi melanjutkan perjalanan maka rekan satu rombongan mereka harus meninggalkan orang tersebut. Ini bukan masalah tega atau tidak berprikemanusiaan, tetapi selain beresiko bagi si penolong orang yang sudah lemah juga akan lebih tersiksa jika harus dipaksa bergerak. Jika mereka mengalami insiden yang tidak diinginkan maka ditempat yang sangat dingin organ tubuh tidak akan mampu bekerja secara normal. Dengan demikian hampir dipastikan mereka akan melemah dan akhirnya meninggal dunia.

Baca Juga: Tips Sederhana Camping Untuk Pemula

Menjadi penunjuk jalan dan ukuran ketinggian untuk para pendaki lain

Sampai saat ini ada ratusan nyawa yang melayang di gunung everest. Dan salah satu yang viral adalah yang dikenal dengan sebutan The Green Boots. Ini adalah sebutan seorang pendaki yang wafat di Death Zone dan diketahui mengenakan sepatu Boot berwarna hijau. Meski menyedihkan namun ternyata ada manfaatnya juga jasad yang dibiarkan begitu saja. Mereka bisa menjadi penunjuk jalan untuk para pendaki di masa yang akan datang. Karena kebanyakan pendaki tewas di Zona kematian, maka Green Boots menjadi penanda bahwa sebentar lagi pendaki akan mencapai puncak everest.

Baca Juga: Cara Survival di Alam Bebas

Setiap pendaki gunung everest pada umumnya membawa catatan sebagai bukti dokumentasi perjalanan mereka. Jadi jika mereka tewas ditengah perjalanan maka catatan yang mereka buat yang mungkin saja bisa merupakan pesan kepada keluarga. Dan Pesan tetsebut akan dibawa oleh para sahabat dan disampaikan kepada keluarga

Summary
Gunung Everest, Mengapa mayat dibiarkan begitu saja
Article Name
Gunung Everest, Mengapa mayat dibiarkan begitu saja
Description
Gunung Everest, Mengapa mayat dibiarkan begitu saja : Para pecinta hiking yang meiliki hobby naik gunung pasti tau bahwa puncak tertinggi di dunia adalah puncak gunung everes
Author
Publisher Name
Ayo Nongkrong
Publisher Logo

You may also like

Leave a Comment