Home Seni Budaya Kenduri Sko Sebagai Warisan Budaya Kerinci

Kenduri Sko Sebagai Warisan Budaya Kerinci

by Rhobie
Kenduri Sko Warisan Budaya Kerinci

Kenduri Sko Warisan Budaya Kerinci – Kenduri sko kerinci merupakan acara adat kerinci dalam melestarikan budaya yang sudah ada sejak zaman dahulu. Kenduri sko mengandung maksud dan tujuan tertentu. Acara kenduri sko kerinci terdapat kata ‘Sko’ atau ‘Saka’ (Sanskerta) yang berarti keluarga atau nenek moyang dari garis ibu, acara kenduri sko Kerinci dimotori kaum wanita.

Hanya di Bumi Kerinci yang memiliki budaya Kenduri Sko karena ini sebagai warisan budaya kerinci yang harus dijaga, Suku Kerinci menganut sistem matrilineal, dari sudut antropologi kebudayaan acara adat ini memiliki makna siklus kehidupan yang bersifat universal. Secara garis besar acara kenduri sko memiliki fungsi memperkokoh hubungan kekerabatan dalam wilayah masyarakat adat, Wujud kebanggaan masyarakat adat yang memiliki kearifan lokal yang tradisional, regenerasi kepemimpinan adat dan sarana pembinaan kebudayaan dan adat istiadat yang abadi sepanjang masa.

Upacara kenduri sko kerinci biasanya diselenggarakan pada saat keadaan ekonomi masyarakat berada pada garis stabil atau pada saat sesudah panen hal ini dikarenakan upacara ini membutuhkan biaya yang banyak. Pada kegiatan kenduri sko ini sendiri juga dilakukan ritual pembersihan alat pusaka/pusako yang merupakan peninggalan nenek moyang yang tersimpan, dan rutual ini dilakukan oleh kepala atau orang adat dan disaksikan oleh masyarakat luas. Oleh sesepuh adat pusaka itu dibersihkan dan dipertontonkan kepada masyarakat  sambil menceritakan asal usul atau sejarah pusaka tersebut.

Pertunjukan Seni Budaya Dalam Kenduri Sko Warisan Budaya Kerinci

Dalam pelaksanaan kenduri sko banyak sekali pertunjukan-pertunjukan seni budaya baik kesenian tradisional maupun seni tari kreasi baru yang diciptakan. Hal ini disebabkan masyarakat Kerinci selalu menjaga dan melestarikan kebudayaan sebagai warisan yang sangat berharga. Pertunjukan kesenian anak negeri dalam kenduri sko biasanya diadakan sekitar 3-7 malam dan itu tergantung pelaksanaan di daerah masing-masing. Kesenian yang ditampilkan adalah tari iyo iyo, tari rangguk, tari asyeik, pencak silat dan lain-lain. Dalam penurunan pusaka dalam acara kenduri sko dari Umoh Gdeang (Rumah Besar),

Upacara-upacara adat yang dilaksanakan oleh penduduk kerinci selain menjadi warisan budaya juga sebagai media sarana prasarana untuk mempererat tali silaturahmi, memperkokoh semangat persatuan dengan sesama anggota kekerabatan dan dengan masyarakat adat di wilayah masing-masing.

Kenduri Sko Kerinci Sebuah Pesan Kebudayaan

Pesan kebudayaan yang terkandung dalam upacara kenduri sko terdiri dari konsep-konsep dasar yang mengatur persepsi, ingatan, pengalaman dan cara-cara penyampaiannya. Konsep ini sudah ada sebelum persepsi dan berisikan hal-hal yang berhubungan dengan waktu, ruang, angka dan realitas penyebab. Ruang adalah sebuah gagasan arelatif secara tak langsung mengatakan tentang sebuah titik dalam kaitannya dengan titik yang lain. Pandangan seseorang terhadap ruang mempengaruhi pandangan orang tersebut mengenai kejadian di masa lampau.

Baca Juga: Tari Asyek sebagai kebudayaan kerinci yang harus dijaga

Kenduri sko harus disampaikan dan diwariskan kepada generasi muda sehingga menjadi suatu kebenaran sejarah. Dalam banyak kebudayaan, kebenaran adalah hal yang terus diulangi dan yang sudah dinyatakan sebagai hal yang benar oleh nenek moyang. Sebagai sebuah kebenaran sejarah, kenduri sko adalah sebuah kausalitas sejarah dan perubahan.

Kenduri sko merupakan tradisi lisan masyarakat sejak lama dan diwariskan dari generasi masa lalu kepada generasi masa kini. Sebagai tradisi lisan, kenduri sko memiliki peran  penyusunan ulang kejadian silam yang merupakan pesan dari masa lalu ke masa kini.

5/5 (2 Reviews)

You may also like

Leave a Comment