Home Renungan Kiat Menjaga Lisan

Kiat Menjaga Lisan

by Rhobie
Kiat menjaga lisan

Kiat Menjaga Lisan - Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaaf [50] : 18). Semua apa yang dikatakan pasti kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Sungguh beruntunglah orang-orang yang mampu menjaga lisan nya, dan alangkah beruntungnya bagi siapa saja yang mampu menggantikan perkataan yang sia-sia dengan berdzikir kepada Allah.

Yang paling banyak memasukkan manusia kedalam neraka itu adalah lisannya. Karena lisan ini bergerak lebih banyak dari organ yang lainnya. Mengghibah orang dengan lidah, memfitnah orang dari lidah, adu domba dari lidah, memancing emosi seseorang dari lidah, sebaliknya membuat orang cinta, suka, kagum juga dari lidah. Memang lidah itu merupakan sesuatu yang luar biasa. Rasulullah SAW bersabda, “Setiap ucapan Bani Adam itu membahayakan dirinya (tidak memberi manfaat), kecuali kata-kata berupa amar ma’ruf dan nahi munkar serta berdzikir kepada Allah azza wa Jalla (HR. Turmudzi). Allah SWT berfirman : “Amat sangat beruntung, bahagia, sukses, orang yang khusu’ dalam sholatnya, dan orang yang berjuang dengan sungguh-sungguh menahan diri dari perbuatan dan perkataan sia-sia.” (QS Al Mu’minun 23: 1- 3).

Baca Juga: Mengingat Kematian

Martabat keislaman seseorang

Martabat keislaman seseorang itu dilihat dari bagaimana ia berjuang menghindarkan dirinya dari kesia-siaan. Semakin orang itu larut dalam kesia-siaan, maka tampak keburukan martabat keislaman nya. Hati pun akan keras membatu dan lalai dari kebenaran kemudian membawanya ke dalam kesulitan. Rasulullah bersabda : " Barangsiapa memperbanyak perkataan, maka akan jatuh dirinya. Maka barangsiapa jatuh dirinya, maka akan banyak dosanya. Barangsiapa banyak dosanya, maka nerakalah tempatnya". (HR. Abu Hatim).

Dari Sahl bin Sa'ad as Saidi, dia berkata: "Barang siapa menjamin bagiku apa yang ada diantara dua tulang rahangnya (lidah) dan yang ada diantara kedua kakinya (kemaluan), niscaya akan aku jamin surga baginya."(HR. Bukhari).

Baca Juga: Sungguh Rugi yang memiliki penyakit hati

Wajib bagi siapapun yang ingin membersihkan hatinya, mengangkat derajat di hadapan Allah untuk bersungguh-sungguh menjaga lisan. Menggerakkan lidah memang mudah, dan diam jauh lebih bermutu serta yang lebih hebat adalah Berkata Benar. "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam !" (HR. Bukhari Muslim).

Syarat untuk dapat menjaga lisan menjadi terjaga dan bermutu

1. Berkatalah dengan Perkataan yang Benar
Pastikan bahwa lisan bersih dari dusta. Kata-kata harus dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Jangan berusaha berkata-kata semata-mata agar orang terkesima, terpesona, suka, karena semuanya tidak akan menolong kita.

2. Berkatalah sesuai tempatnya
"Liqulli maqaam maqaal walikulli maqaal maqaam" Artinya, "Tiap perkataan itu ada tempat terbaik dan setiap tempat memiliki perkataan (yang terucap) yang terbaik pula." Tidak setiap kata sesuai di setiap tempat, sebaliknya tidak setiap tempat sesuai dengan perkataan yang dibutuhkan. Hati-hati sebelum bicara, ukurlah siapa yang diajak bicara. Berbicara dengan anak kecil jauh beda ketika berbicara dengan orang tua. Orang yang tidak terampil untuk membaca situasi, walau niatnya benar, hasilnya bisa jadi kurang benar.

3). Jagalah Kehalusan Tutur Kata
Orang yang lisannya bermutu haruslah berkemampuan memperhalus dan menjaga kata-katanyaagar tidak melukai orang lain.

4. Berkatalah yang Bermanfaat
Dikisahkan bahwa suatu waktu Nabi Isa, as, melihat bangkai seekor anjing, ketika sahabat-sahabatnya berpaling karena jijik, maka Nabi Isa justru melihat susunan gigi putihnya yang tertata indah, "Anjing itu giginya rapi sekali yaa...!", Teman-temannya keheranan. "Yaa, Rabbii (Guru), kenapa Paduka berkata begitu, bangkai anjing itu kan sangat menjijikkan. Bahkan Paduka sendiri kalau dihina, dicaci, diremehkan dengan kata-kata jelek, kata-kata Tuan selalu baik ?"  Nabi Isa Menjawab: "Karena setiap orang memang akan mengeluarkan apa yang dimilikinya.

Kalau pikiran dan perasaannya jelek, maka yang keluar adalah yang jelek-jelek juga", Demikian jawabnya. Makin banyak kepeleset lidah, makin banyak masalah dan dosanya, makin banyak dosa, nerakalah tempatnya.

Mencela atau mengutuk bukanlah akhlak seorang muslim. Rasulullah bersabda, "Orang Mukmin itu bukan type pengutuk" (HR. Turmudji). Dalam Hadits lain Nabi SAW bersabda, "Janganlah Kamu kutuk-mengutuk dengan kutukan ALLAH, dengan kemarahan-NYa, dan dengan neraka Jahannam". (HR. Abu Dawud dan Turmudji)

You may also like

Leave a Comment