Home Seni Budaya Masjid Tua di Kerinci

Masjid Tua di Kerinci

by Rhobie
masjid tua di kerinci

Masjid Tua di Kerinci - Masyarakat Kerinci memiliki berbagai peninggalan seni dan kebudayaan. Berbagai benda budaya tersimpat hampir diseluruh penjuru hingga ke masyarakat adat terkecil. Masjid Kuno di Kerinci Peninggalan benda budaya sebahagian besar masih berdiri kokoh, sebahagian disimpan di rumah adat dan menjadi barang pusaka yang di keramatkan. Dalam pembahasan ini akan dijelaskan masjid tua yang ada di kerinci.

Baca Juga: Situs Peninggalan Nenek Moyang Kerinci

Masjid Agung Pondok Tinggi

Masjid tua di kerinci adalah Masjid Agung Pondok Tinggi terletak di Kelurahan Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh. Secara astronomis berada pada koordinat 01º04’15” LS dan 101º01’32” BT. Masjid Agung merupakan masjid kuno dengan arsitektur khas nusantara, beratap tumpang dan berkontruksi kayu. Dinding dan tiang kayu didominasi dengan ukiran khas Kerinci. Di dalam masjid juga tersimpan sebuah bedug larangan yang cukup panjang lebih dari 5 meter. Menurut adat masyara­kat Kerinci fungsinya adalah dibunyikan sebagai sarana komunikasi untuk berkumpul atau menandai peristiwa tertentu.

Masjid Agung Pondok Tinggi berdenah bujur sangkar dengan ukuran 30x30m dengan atap berbentuk tumpang 3 (tiga). Pada bagian atasnya terdapat mustaka yang puncaknya dihias dengan bulan sabit dan bintang.

Terdapat 36 buah tiang kayu segi delapan berhiaskan ukiran motif tumpal dan sulur-suluran. Tiang tersebut dikelompokkan menjadi 3:
kelompok 1 terdiri atas 4 buah tiang berdiameter 0,90 m yang terletak di tengah-tengah ruang utama masjid.
Kelompok 2 terdiri atas 8 buah tiang berdiameter 0,65 m yang mengelilingi tiang kelompok 1.
Kelompok 3 terdiri atas 24 buah tiang berdiameter 0,65 m yang mengelilingi tiang kelompok 2.

Mihrab masjid terletak di barat, berdenah persegi panjang 3,10 x 2,40 m. Bagian depan mihrab berbentuk lengkung dihias ukiran motif geometris dan sulur-suluran, serta tempelan tegel keramik. Keunikan lain masjid ini adalah tempat muadzin mengumandangkan adzan terletak di atas tiang utama masjid. Untuk mencapainya dihubungkan dengan tangga berukir motif sulur-suluran dan diakhiri sebuah panggung kecil berbentuk bujur sangkar yang berukuran 2,60x2,60m dikelilingi pagar berhias motif flora. Bagian mimbar berukuran 2,40x2,80m, dihias ukiran motif sulur-suluran dan atap berbentuk kubah.

Baca Juga: Tabuh Larangan

Masjid Agung Pondok Tinggi didirikan pada hari Minggu tanggal 1 Juni 1874, jauh sebelum kedatangan penjajah Belanda ke Kerinci tahun 1903. Hingga sekarang Masjid Agung Pondok Tinggi masih berdiri kokoh dan ang­gun dimanfaatkan untuk kegiatan Ibadah dan peringatan hari hari besar ke agamaan.

Masjid Keramat Pulau Tengah

Masjid Tua di kerinci lainnya adalah Masjid keramat Pulau Ten­gah. Arsitektur dan corak spesifik di dalam bangunan inti Masjid merupakan masjid Kuno tertua yang ada di bumi Alam Kerinci.

Secara astronomis berada pada koordinat 02º59’51.89” LS dan 102º27’42.16” BT. Bedasarkan narasumber orang Belanda (1895) me­nyebutkan, bahwa masjid ini merupakan salah satu masjid tertua dan berasitektur termegah unik. Berkontruksi kayu dengan atap berbentuk tumpang serta interiornya didominasi kayu yang diukir dengan hiasan sulur-suluran dan geometris. Tahun 1926, lantai masjid diganti dengan semen, sedang atap ijuk diganti dengan seng. Atap masjid berbentuk tumpang tiga masih bertahan hingga saat ini, dengan puncak berupa mustika berbentuk bawang. Secara keseluruhan denah masjid, bujur sangkar berukuran 27 x 27 m dengan masing-masing sisi dibatasi oleh dinding, baik yang masih berupa kayu maupun yang sudah diganti dengan tembok. Dinding bagian timur terbuat dari tembok berhias tempelan ubin keramik, dan baluster kayu yang berfungsi sebagai ventilasi. selebihnya masih terbuat dari kayu, setiap sudut terdapat hiasan sulur-suluran.

Sebelum memasuki ruang masjid tua ini terdapat tangga dengan tempelan tegel keramik. Pintunya sendiri berjumlah 2 buah, berdaun ganda berukir motif geometris dan tempelan tegel keramik. Secara umum kontruksi masjid ditopang oleh 25 buah tiang kayu yang berbentuk segi delapan dan berhias ukiran motif tumpal. Satu buah tiang saka guru yang dikelilingi oleh 2 kelompok tiang yang masing-masing berjumlah 4 dan 20 buah tiang. Tiang saka guru tersebut pada tahun 1927-1928 mulai mengalami perubahan, diberi lapisan semen setinggi 4,5m dan dihias keramik bermotif flora dan geometris. Namun tempat adzan yang berada di atas tiang utama tetap dipertahankan, tempat muadzinnya mirip pang­gung kecil, bagian tepi terdapat pagar keliling berhiaskan ukiran motif sulur-suluran.

Terdapat mimbar masjid berukuran 2,24 x 1,48 m dilengkapi tangga berhias motif sulur-suluran. Mimbar ini mempunyai 4 buah tiang ber­bentuk segi delapan semakin ke atas makin kecil dan berhias ukiran motif sulur-suluran. Pada bagian mihrab berdenah segi lima dihias dengan ukiran motif sulur-suluran, tempelan tegel keramik, pada sisi luar atapnya berbentuk kubah berpuncak mustaka.

Masjid Keramat Pulau Tengah
Masjid Keramat Pulau Tengah

Masjid Kuno di Kerinci Lempur Tengah

Masjid Kuno di Kerinci Lempur Tengah terletak di Desa Lempur Tengah, Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci, Propinsi Jambi. Secara astronomis berada pada koordinat 02º14’51.89” LS dan 101º32’42.16” BT. Masjid ini dibangun pada abad ke-19 M, kemudian sejak tahun 1940 sudah tidak difungsikan lagi karena masyarakat telah membangun masjid yang lebih besar. Mas­jid Kuno Lempur Tengah sangat unik, dan termasuk masjid kayu yang dianggap masih utuh. Sebagaimana layaknya bangunan kayu di Kerinci, arsitektur bangunan termasuk kategori rumah panggung. Hal ini tampak pada bagian lantai terbuat dari susunan papan kayu, meskipun bagian kolong telah ditutup dengan dinding bata.

Keunikan lain dari Masjid lempur Tengah, yaitu interior ruang mas­jid dan dinding luar penuh dengan pahatan motif geometris dan flora. Termasuk adanya motif terawangan sulur gelung yang terdapat pada keempat sudut dinding. Sedangkan atapnya sendiri berbentuk tumpang dua dengan kemuncak berbentuk gada. Atap tersebut ditopang oleh 12 tiang kayu berbentuk segi delapan. Empat buah tiang saka guru berpahat motif tumpal, sulur-suluran, dan tali, sedang delapan buah tiang saka rawa.

Masjid Kuno Kerinci Lempur Tengah
Masjid Kuno Lempur Tengah

Masjid Kuno di Kerinci Lempur Mudik

Masjid Kuno Kerinci Lempur Mudik terletak di Desa Lempur Mudik, Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci, Propinsi Jambi. Secara astronomis berada pada koordinat 01º15’22” LS dan 101º32’34.45” BT. Masjid ini dibangun pada abad ke-19 M, seperti halnya masjid kuno Lempur Tengah, demikian pula Masjid Kuno Lempur Mudik sejak tahun 1931 sudah tidak difungsikan dan tergantikan dengan masjid baru yang lebih besar dan luas. Semula masjid ini terbuat dari kayu dan beratap ijuk, namun sekarang telah diubah menjadi bangunan semi permanen dengan lantai semen dan beratap seng. Masjid Kuno Lempur Mudik memiliki atap berbentuk tumpang 2, pada bagian kemuncak berbentuk bulan sabit dan bintang.

Masjid berdenah bujur sangkar berukuran 11 x 11 m, kontruksinya ditopang oleh 16 buah tiang kayu yang berbentuk segi delapan. Empat buah tiang saka guru berdiameter 0,75 m dan dua belas saka rawa masing-masing berdiameter 0,61 m. Keseluruhan tiang dan permukaan­nya dipahat dengan motif sulur-suluran, sedangkan pada dinding kayu berukir motif flora, tali, medalion, dan baluster. Ukiran ini merupakan hasil seni pahat khas masyarakat Kerinci, dan yang sangat mengesankan yaitu ukiran terawangan sulur gelung yang ditempatkan pada keempat sudut dinding bangunan. Kekhasan Masjid Lempur Mudik yang mem­punyai kesamaan dengan masjid-masjid kuno di Kerinci, yaitu adanya tempat muadzin mengumandangkan adzan yang berupa panggung kecil dan terletak menempel tiang saka guru.

Masjid Raya Rawang

Masjid Kuno di Kerinci yaitu Masjid Raya Rawang juga merupakan masjid tua dengan arsitektur modern perpaduan arsitektur Eropa dan Persia. Sebelumnya masjid ini merupakan sarana ibadah masjid arsitektur khas kerinci. Pada tahun 1938 mesjid yang sederhana itu dibangun permanent dengan arsitek :Angku Lunak”. Masjid ini merupakan salah satu masjid permanent yang diban­gun pada masa kolonial Belanda masih bercokol di bumi alam Kerinci. Bangunan masjid memiliki 8 tiang utama sebagai lambang Depati IV delapan Helai Kain. sejak masa lalu masjid ini juga dimanfaatkan untuk tempat permusyawaratan dan pengajian ilmu ilmu Tauhid.

Arisetektur bangunan Masjid Raya Rawang merupakan mesjid paling megah pada zamannya dan menjadi kebanggaan masyarakat. Masjid ini dibangun secara swadaya oleh masyarakat se “Hamparan Rawang”. Hingga saat ini kondisi bangunan mesjid masih berdiri kokoh meskipun pernah digoyang gempa dahsyat tahun 1995.

Dikutip dari beberapa sumber.

Summary
Masjid Tua di Kerinci
Article Name
Masjid Tua di Kerinci
Description
Masjid Tua di Kerinci - Masjid Kuno Peninggalan benda budaya masih berdiri kokoh, sebahagian disimpan di rumah adat dan menjadi barang pusaka
Author
Publisher Name
Ayo Nongkrong
Publisher Logo

You may also like

Leave a Comment