Home Renungan Mengingat Kematian

Mengingat Kematian

by Rhobie
Mengingat kematian

Mengingat Kematian - Kehidupan seorang di dunia ini diawali dengan dilahirkan-nya seseorang dari rahim ibunya. Setelah itu setelah ia hidup beberapa lama, iapun akan menemui sebuah realitas yang tidak dapat dihindari. Realitas suatu kematian yang hendak menjemputnya. Sebagaimana Firman Allaah: “Tiap-tiap jiwa akan merasakan kematian dan sesungguhnya pada hari kiamatlah akan disempurnakan pahalamu, barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung dan kehidupan dunia hanyalah kehidupan yang memperdaya-kan”. (Ali-Imran: 185) .

Baca Juga: Sungguh Rugi yang memiliki penyakit hati

Ayat di atas ialah ayat yang agung yang apabila dibaca mata jadi berkaca-kaca. Apabila direnungi, hati jadi gemetar. Serta apabila didengar oleh seorang yang lalai membuat dia ingat kalau dirinya tentu hendak menemui kematian dan mengingat kematian. Memanglah ekspedisi mengarah akhirat ialah sesuatu ekspedisi yang panjang. Sesuatu ekspedisi yang banyak cobaan, yang dalam menempuhnya kita membutuhkan perjuangan serta pengorbanan yang tidak sedikit. Ialah sesuatu ekspedisi yang memastikan apakah kita tercantim penduduk surga ataupun neraka.

Ekspedisi itu merupakan kematian yang hendak menjemput kita, yang setelah itu dilanjutkan dengan pertemuan kita dengan alam akhirat. Karena keagungan ekspedisi ini, Rasulullah telah bersabda yang artinya: “Andai saja engkau mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya engkau akan sedikit tertawa dan banyak menangis”. (Mutafaq ‘Alaih) . Maksudnya apabila kita tahu hakekat kematian dan keadaan alam akhirat serta kejadian-kejadian di dalamnya niscaya kita akan ingat bahwa setelah kehidupan ini akan ada kehidupan lain yang lebih abadi. Marilah kita siapkan bekal sebanyak- banyaknya buat menyempurnakan ekspedisi kita di dunia ini. Ialah dengan melaksanakan ketaatan- ketaatan kepada Allah serta selalu mengingat kematian. Marilah kita memperbanyak taubat dari seluruh dosa- dosa yang sudah kita jalani. Seorang penyair berkata: " Lakukanlah bagimu taubat yang penuh pengharapan. Sebelum kematian dan sebelum dikuncinya lisan. Cepatlah bertaubat sebelum jiwa ditutup. Taubat itu sempurna bagi pelaku kebajikan ".

Baca Juga: Fungsi Dunia Bagi Manusia

Nasehat Kematian

Cukuplah kematian bagaikan nasehat, cukuplah kematian menjadikan hati bersedih, cukuplah kematian menjadikan air mata berlinang. Perpisahan dengan kerabat tercinta. Penghalang seluruh kenikmatan serta pemutus seluruh cita- cita. Marilah kita tanyakan kepada diri kita sendiri, kapan kita hendak mati? Di mana kita hendak mati? Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman:  “Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejelekan lantaran kejahilannya, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima oleh Allah taubatnya, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejelekan (yang) hingga apabila datang kematian kepada seseorang di antara mereka, mereka berkata: Sesungguhnya aku bertaubat sekarang”. (An-Nisaa’: 17-18)

Marilah kita tanyakan kepada diri kita, apa yang menjadikan diri kita terperdaya dengan kehidupan dunia, sementara itu kita ketahui hendak meninggalkannya. Butuh kita ingat kalau harta serta kekayaan dunia yang kita miliki tidak hendak dapat kita membawa buat menemui Allah Subhanahu wa Ta’ ala. Cuma amal shalihlah yang hendak kita membawa nanti di kala kita menemui Allah. Marilah kita berupaya merenungi sisa- sisa usia kita, muhasabah pada diri, Tentang harta kita, dari mana kita peroleh, halalkah dia ataupun haram? Serta buat apa kita belanjakan, apakah buat bersedekah ataukah cuma buat berfoya- foya? Serta terus kita muhasabah terhadap diri kita dari hari- hari yang sudah kita lalui. Butuh kita ingat, usia kita terus menjadi menurun. Kematian tentu hendak menjemput kita. Dosa terus meningkat. Lakukanlah taubat saat sebelum ajal menjemput kita. Waktu yang sudah lalu tidak hendak kembali lagi.

5/5 (1 Review)

You may also like

Leave a Comment