Home Renungan Menyambut Kedatangan Bulan Ramadhan

Menyambut Kedatangan Bulan Ramadhan

by Rhobie
Menyambut kedatangan bulan ramadhan

Menyambut Kedatangan Bulan Ramadhan - Sebentar lagi insya Allah di tahun 2019 ini seluruh kaum muslim di dunia akan menyambut kedatangan bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Bulan Ramadhan yang merupakan bulan pengampunan yang terdapat banyak hikmah. Pada dasarnya perintah puasa sudah dijelaskan dalam Al-qur'an Surat Al-Baqarah ayat 183 yang artinya: "Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu menjadi taqwa". Dalam hal ini kaum muslim yang benar-benar berpuasa bukan hanya dilandasi perintah Allah saja yang seolah-olah berpuasa hanya karena terpaksa, namun mesti dilandasi dengan ketulusan kecintaan terhadap Allah SWT.

Kita renungi kembali betapa banyak kesalahan atau khilaf yang telah kita perbuat, dan alangkah Maha Pengasih dan Maha Penyayang nya Allah mengkaruniakan kita bulan ramadhan sebagai bulan pengampunan buat kita semua, bulan yang mulia untuk mendekatkan diri kepada Allah agar kita benar-benar menyadari anugerah yang telah Allah berikan sehingga kita termasuk dari orang yang menjumpainya.

Rasulullah SAW bersabda: "Apabila Ramadhan datang maka di bukalah pintu surga, ditutup pintu neraka jahannam dan setan-setan terbelenggu" (Mutafaqqun 'Alaih).

Memanfaatkan Bulan Suci Ramadhan

Mari kita manfaatkan kesempatan dalam bulan ramadhan, kita tidak tau apakah di tahun berikutnya kita akan menjumpainya lagi atau tidak, sebab kematian tak seorang pun yang tau. “Jika engkau berada di pagi hari, jangan tunggu sampai petang hari. Jika engkau berada di petang hari, jangan tunggu sampai pagi. Manfaatkanlah waktu sehatmu sebelum datang sakitmu. Manfaatkanlah waktu hidupmu sebelum datang matimu.” (HR. Bukhari).

Mengisi amal-amal ibadah seperti membaca alqur'an, sedekah, tarawih, dan ibadah-ibadah lainnya.
“Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan ramadhan, bulan yang didalam nya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu barang siapa diantara kamu hadir (di negeri tempat tinggal nya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa di bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah bagi nya berpuasa, sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagi mu dan tidak menghendaki kesukaran bagi mu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepada mu, supaya kamu bersyukur. (Al-Baqarah. 185).

Betapa banyak kesempatan bagi kita untuk terlepas diri dari dosa dan intropeksi diri di medan keimanan ini untuk menambah kebaikan dan ketaqwaan serta bermusahabah. Jika diri masih banyak kekurangan maka segeralah bertobat, dan jika diri termasuk yang Allah anugerahi kebaikan dan petunjuk maka tingkatkanlah ketakwaan.

Sungguh bahagianya umat islam dalam kedatangan bulan suci ramdahan, bulan keberkahan, bulan Al-qur'an, bulan ampunan, bulan kasih sayang, bulan do;a, bulat taubat, bulan kesabaran, dan bulan pembebasan diri dari api neraka. Bulan yang sebelum kedatangannya Rasulullah Saw berdoa kepada Allah: "Ya allah berkahilah kami pada bulan rajab dan sya'ban dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan".

“Ketika datang malam pertama dari bulan Ramadhan seluruh setan dibelenggu, dan seluruh jin diikat. Semua pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satu pintu pun yang terbuka. Semua pintu sorga dibuka hingga tidak ada satu pun pintu yang tertutup. Lalu tiap malam datang seorang yang menyeru: “Wahai orang yang mencari kebaikan kemarilah; wahai orang yang mencari keburukan menyingkirlah. Hanya Allah lah yang bisa menyelamatkan dari api neraka”. (H.R.Tirmidzi). Rasulullah Saw. juga bersabda: “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah telah mewajibkan di dalamnya puasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu langit, menutup pintu neraka, dan membelenggu setan-setan. Di dalamnya Allah memiliki satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa yang diharamkan kebaikan malam itu maka ia sungguh telah diharamkan (dari kebaiakan).” (HR. Nasa’i dan Baihaki)

Bagaimana seorang mukmin tidak bergembira dengan dibukanya pintu surga? Bagaimana seorang mukmin tidak bergembira dengan ditutupnya pintu neraka? Bagaimana orang yang berakal tidak bergembira dengan masa dimana setan-setan dibelenggu?

Ramadhan adalah tamu istimewa, Adalah merupakan kewajiban bagi kita sebagai tuan rumah untuk menyambut kedatanganya dengan suka cita dan memuliakannya

5/5 (2 Reviews)

You may also like

Leave a Comment