Home Renungan Sambut Ramadhan dengan bahagia

Sambut Ramadhan dengan bahagia

by Rhobie
Ramadhan

Sambut Ramadhan dengan bahagia - Alhamdulillah wa syukurillah, besyukur dapat dipertemukan kembali dengan Ramadhan yang penuh berkah ini. Bulan yang memiliki begitu banyak keutamaan dan disyariatkan di dalamnya berbagai amalan yang utama mulai dari puasa, qiyamullail dan lainnya. Umat Islam menyambut Ramadhan yang mulia ini dengan penuh kebahagiaan dan semangat. Selain itu, sejak dini kita meluruskan niat kembali untuk semata-mata mengharap ridha Allah dalam menjalankan ibadah-ibadah yang disyariatkan di bulan yang suci.

Baca Juga: Fungsi Dunia Bagi Manusia

Bahagia Menyambut Ramadhan

Orang yang beriman selalu merasa bahagia dengan keutamaan yang Allah berikan. “Katakanlah: Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (QS Yunus: 58)

Dahulu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam memberi kabar gembira kepada para sahabat dengan datangnya bulan Ramadhan. Sebagaimana hal ini diriwayatkan oleh sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shalallahu ‘alaihiwasallam memberi kabar gembira kepada para sahabatnya saat datang bulan Ramadhan dengan bersabda: “Telah datang kepadamu Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah telah mewajibkan atas kalian puasa di dalamnya; pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat; juga terdapat dalam bulan ini malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa terhalangi dari kebaikannya maka ia telah terhalangi (dari kebaikan).” (HR. Ahmad dan an-Nasa`i. Dishahihkan Syaikh Albani).

Baca Juga: Cara Menjadi Muslim Sejati

Begitu nikmat setiap hati yang memiliki rasa bahagia dengan kedatangan bulan Ramadhan. Namun, juga ada sebagian yang merasa “biasa saja” atau bahkan merasa “berat” dengan datangnya bulan Ramadhan. Mereka merasa berat karena diperintahkan untuk berpuasa sebulan penuh dan juga dalam mengamalkan ibadah yang lainnya.

Orang yang berakal dan beriman tidak melihat sesuatu hanya berdasarkan dhohirnya saja, tetapi juga melihat manfaat dan hikmah yang ada di dalamnya. Mereka bahagia menjalani puasa karena dia mengetahui di dalamnya terdapat berbagai manfaat baik jasmani maupun rohani. Dia juga sadar bahwa puasa itu hanya sementara, hanya di siang hari dan hanya dalam hari-hari yang terbatas kemudian dia bisa menikmati kembali makan, minum dan lainnya seperti biasa. Dia juga yakin bahwa Allah akan memberikan pahala bagi orang-orang yang berpuasa karenaNya. Semua hal ini akan membuat orang yang beriman merasa bahagia dan senang dalam menjalani puasa. Sebagaimana hal ini juga disinggung dalam hadits Qudsi: “Bagi orang yang melaksanakan puasa ada dua kebahagiaan; kebahagiaan ketika berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabbnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Baca Juga: Proses Penyusan Alqur'an

Luruskan Niat

Selain menyambut Ramadhan dengan penuh kebahagiaan, juga harus berusaha meluruskan kembali niat. Menjalankan ibadah-ibadah di bulan Ramadhan ini atas dasar keimanan dan semata-mata mengharap ridha Allah. Niat yang benar sangat penting dalam setiap ibadah karena niat menjadi tolok ukur utama diterima atau tidak ibadah tersebut. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya”. (HR. Bukhari 1 dan Muslim 1907).

Orang yang menjalankan puasa dan juga qiyamul lail semata-mata atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lampau. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Romadhon karena iman dan mengharap pahala dari Alloh maka diampuni dosanya yang telah berlalu.” (HR Bukhari 38, Muslim 760).

Beliau juga bersabda: “Barangsiapa berdiri (shalat) dibulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala maka diampuni dosanya yang telah berlalu.” (HR. Bukhari 37 dan Muslim 759).

Hati-hati dengan niat yang tidak benar dan juga hal-hal lain yang dapat merusak ibadah. Jangan sampai menjalankan puasa kemudian hanya mendapatkan lapar dan haus saja serta tidak ada nilai kebaikan di sisi Allah. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Bisa jadi seorang yang berpuasa tidak mendapatkan dari puasanya kecuali sekedar lapar. Dan bisa jadi seorang yang berdiri (shalat malam) tidak mendapat kecuali sekedar bergadang tidak tidur.” (HR Ibnu Majah: 1690. Syaikh Albani mengatakan hasan shahih).

Baca Juga: Sejarah Islam

Mari menjalankan setiap ibadah dengan penuh keikhlasan dan semata-mata mengharap ridha Allah. Jangan sampai hanya karena ikut-ikutan atau karena riya’ (pamer) agar mendapat pujian manusia. Wassalam

Summary
Sambut Ramadhan Dengan Bahagia
Article Name
Sambut Ramadhan Dengan Bahagia
Description
Sambut Ramadhan dengan bahagia - Alhamdulillah wa syukurillah, besyukur dapat dipertemukan kembali dengan Ramadhan yang penuh berkah ini. Bulan yang memiliki begitu banyak keutamaan dan disyariatkan di dalamnya berbagai amalan yang utama mulai dari puasa, qiyamullail dan lainnya. Umat Islam menyambut Ramadhan yang mulia ini dengan penuh kebahagiaan dan semangat. Selain itu, sejak dini kita meluruskan niat kembali untuk semata-mata mengharap ridha Allah dalam menjalankan ibadah-ibadah yang disyariatkan di bulan yang suci.
Author
Publisher Name
Ayo Nongkrong
Publisher Logo

You may also like

Leave a Comment