Home Renungan Seperti Hati Burung

Seperti Hati Burung

by Rhobie
Seperti hati burung

Dikisahkan dari Abu Huraira, ia berkata, " Akan ada sekelompok orang yang masuk surga, hati mereka seperti hati burung. (HR. Ahmad 8382 & Muslim 7341). Maksudnya menyerupai hati burung dalam mewujudkan tawakkal (kemandirian kepada Allah).

Tapi seperti apa hati burung? Perumpamaan ini dijelaskan dalam sebuah hadits dari Umar Ibn Khattab, di mana ia mendengar Rasulullah saw. Dan doa Allah berkata, 'Jika kamu semua menaruh kepercayaan mu kepada Allah dengan penuh kepercayaan, Dia pasti akan memberi mu bekal karena Allah memasok bekal kepada burung-burung yang bangun lapar di pagi hari dan kembali dengan perut penuh pada waktu senja (Tirmidzi).

Baca Juga: Agar Dunia Mengejar mu

Ibn Rajab berkomentar tentang hadits ini dalam bukunya "Jami'ul 'Ulum wal Hikam". "Hadits ini adalah salah satu teks dasar agama yang berhubungan dengan menaruh kepercayaan pada Allah yang merupakan alasan terbesar untuk mencapai ketentuan Allah. "

Karena itu, kita tidak pernah mendengar ada seekor burung yang bermasalah dalam mendapatkan bekal mencoba memukul kepalanya ke tiang listrik. Itu tidak pernah terjadi pada burung, tetapi itu terjadi pada manusia

Sebenarnya, untuk menyadari ketergantungan sejati kepada Allah, menaruh kepercayaan kepadanya, bukanlah hal yang mudah. Karena itu adalah ibadah yang hebat di hati, dan sumber kebaikan. Lebih jauh, inti dari agama ini adalah untuk menaruh kepercayaan Anda kepada Allah dan kembali kepada-Nya. Allah SWT menyatakan, “Hanya Kepada Mu lah kami meminta dan hanya kepada Mu lah kami meminta pertolongan".

Kehilangan banyak kebaikan kita, kehilangan banyak perbuatan besar kita, rendahnya kualitas ibadah kita - karena pengupasan cinta, harapan, dan ketakutan - adalah karena kita masih jauh dari menyadari esensi dari menaruh kepercayaan kita terhadap Allah. Selain itu, ketakutan dan kecemasan yang menimpa beberapa Muslim disebabkan oleh kurangnya sifat ini di dalam hati mereka.
Berikut adalah beberapa kutipan dari perkataan ilmiah tentang definisi dan esensi dari menaruh kepercayaan kita pada Allah. Semoga tulisan kecil ini, dengan bimbingan Allah membantu kita mewujudkannya. Amin

Arti Tawakkal

Imam Ibn Rajab berkata, "Menempatkan kepercayaan pada Allah berarti bahwa seseorang mengabdikan hatinya kepada Allah untuk mencapai kepentingan dan melindunginya dari kejahatan sejauh urusan dunia ini dan akhirat yang bersangkutan harus yakin bahwa Allah Sendiri memberi atau tidak memberi dan memberi manfaat atau menyebabkan kerugian."

Baca Juga: Bila Diri Sempit Hati

Syekh Ibnu Utsaimin berkata, "Menempatkan kepercayaan pada Allah adalah mengandalkan solvabilitas dari setiap masalah pada Allah, dalam mencapai apa yang dicari dan menolak apa pun yang tidak disukainya, bersama dengan kepercayaan penuh kepada Allah Ta'ala melaksanakan sebab-sebab (itu adalah suatu upaya dan kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang dimaksudkan) yang diizinkan dalam syariah.

Menempatkan Kepercayaan Hanya Kepada Allah

Dan Musa berkata, "Wahai kaum ku! Apabila kamu beriman kepada Allah, maka bertawakallah kepada-Nya jika kamu benar-benar orang muslim (berserah diri)". (Yunus 84)

Jadi, menaruh kepercayaan pada Allah adalah jenis ibadah yang luar biasa; itu murni penyerahan hati, dan karena itu, mempraktikkan tauhid di dalamnya adalah wajib, dan siapa pun yang mengabdikannya selain Allah telah melakukan syirik

Baca Juga: Kiat Menjaga Lisan

Memang, kita tidak bisa melarikan diri dari Allah bahkan hanya sekejap mata. Jika kita mengandalkan diri kita sendiri, itu berarti kita telah menyerahkan diri kita pada sesuatu yang lemah, dengan kesalahan. Dan jika kita mengandalkan orang lain, itu berarti bahwa kita telah mempercayakan diri kita kepada mereka yang sama sekali tidak dapat memohon atau manfaat, dan untuk membunuh atau untuk menghidupkan kembali, untuk membangkitkan dan mengingat kembali. ”Itulah kutipan dari kata-kata Ibn al Qayyim dalam bukunya, "al fawaid". Oleh karena itu, taruh kepercayaan Anda pada Allah, hamba Allah, taruh kepercayaan Anda pada Dia, Yang memiliki semua urusan di tangan-Nya, dan Siapa yang memiliki segalanya.

Cara Tawakkal dalam kehidupan kita

Menempatkan kepercayaan pada Allah Ta'ala adalah sejenis ibadah yang dituntut dari orang beriman. Kekuatannya berasal dari pemahaman orang tentang Allah Ta'ala dan keimanannya yang mendalam akan Keesaan-Nya. Oleh karena itu, untuk menghidupkannya di dalam hati kita, kita perlu merenungkan lebih lanjut tentang Allah SWT. Semakin seorang hamba merenungkan dan mengamati jejak kekuasaan Allah dan kerajaan-Nya di langit dan di bumi, semakin dalam pengetahuannya tentang bagaimana Allah adalah Pemilik Tunggal kerajaan langit dan bumi, dan bahwa Dialah yang mengatur dan menjalankannya. Dan bahwa pertolongan Allah kepada hamba-Nya adalah sesuatu yang jauh lebih mudah daripada memerintah alam semesta ini. Semakin kuat permuliaannya kepada-Nya, dan semakin kuat kepercayaannya kepada Allah Ta'ala; dengan demikian, dia akan menjalankan perintah-Nya dan menghindari larangan-Nya. Dan dia juga akan percaya bahwa tidak ada yang bisa melemahkan Nya dan tidak ada yang sulit bagi Nya.

Karena jika seorang hamba mengakui Keesaan Allah, dalam membelokkan bahaya dan memberi manfaat, dalam memberi dan mencegah, dalam menciptakan dan melimpahkan rezeki, dalam menghidupkan kembali dan menghilangkan kehidupan (semua adalah milik Allah). Pengetahuan itu akan menghasilkan Tawakkal kepada Allah sendiri dalam hati. Dan dampaknya akan terlihat secara lahiriah.

Menempatkan kepercayaan Anda kepada Allah bukanlah Menyerah!

Kadang-kadang orang salah mengartikan memercayai Allah sebagai penerimaan total terhadap kondisinya bukan berarti tanpa ada upaya untuk mengubahnya. Namun, kita harus tahu bahwa dalam menyerahkan semua masalah kita kepada Allah, kita juga dituntut untuk berusaha berupaya mengatasi masalah itu.

Hati dan jiwa sepenuhnya bergantung pada Allah Ta'ala, sedangkan bagian-bagian tubuh melakukan penyebabnya. Oleh karena itu diketahui bahwa menaruh kepercayaan pada Allah adalah murni ibadah hati. Siapa pun yang memberikannya kepada selain Allah, telah melakukan syirik, meskipun ia percaya bahwa hanya Allah Ta'ala yang menciptakan segalanya dan menyediakan ketentuan.

Baca Juga: Mengingat Kematian

Burung menaruh kepercayaan pada Allah dengan terbang keluar dari sarangnya, mencari makanan, sehingga Allah memastikan penyediaannya dengan memberinya makanan. Burung-burung itu tidak hanya berbaring di sarangnya, menunggu makanan datang, tetapi terbang jauh-jauh untuk mencari makanan bagi dirinya dan anak-anaknya.

You may also like

Leave a Comment