Home Umum Suku melayu tertua itu kerinci

Suku melayu tertua itu kerinci

by Rhobie
Suku Melayu tertua

Suku melayu tertua

Suku melayu tertua itu kerinci yang merupakan salah satu pusat peradaban melayu tua yang ada di dunia. Berbagai peninggalan kebudayaan masa lampau masih banyak tersimpan di negeri yang dijuluki sekepal tanah dari surga yang tercampak ke dunia. Suku kerinci yang mendiami puncak andalas sumatera dikenal sebagai salah satu suku yang tertua yang ada di pulau sumatera. Alasan menggolongkan suku kerinci termasuk suku yang tertua karena pada zaman megalithikum sudah ada manusia di daerah kerinci.

Suku kerinci menurut para ahli dan ilmuwan merupakan dari orang Melayu. Sebagian dari ahli menyebutkan suku Kerinci berasal dari Zaman Neolitikum. Dan pendapat ini secara kasat mata dapat dilihat dari Tipe Orang Kerinci yang ada sekarang memperlihatkan banyak persamaan dengan Melayu tua yang mirip dengan tipe Mongoloid. Persamaannya adalah mata menyerupai mata orang cina, badan pendek tegap dan kulit mendekati putih. Dan juga pendapat ini dapat dilihat dari Bahasa Kerinci yang termasuk dengan bahasa Austronenesia barat, yaitu bahasa Melayu Tua (Drs, Thabran Kahar, 1981/1982:43).

Penelitian para ahli tentang suku melayu tertua kerinci

Peneliti dari Amerika serikat Dr Bennet Bronson bersama dengan Tim Lembaga Purbakala dan Peninggalan Nasional Jakarta pada tahun 1973 mengatakan ‘Suku Kerinci yang mendiami dataran tinggi bukit barisan di sekitar Gunung Kerinci lebih tua dari suku inka, Indian di Amerika bahkan Jauh lebih tua dari Proto-Melayu.’. Bukti Kuat yang diungkapkan Bennet adalah manusia ‘Kecik Wok Gedang Wok’ yang ia yakini merupakan suku pertama yang telah mendiami dataran tinggi kerinci lebih dari 10.000 tahun yang lalu. Hal lain yang sering dijadikan sampel penelitian oleh para peneliti adalah keragaman bahasa dan dialek di Kerinci.

Eloknya pemandangan di bukit tebing danau kerinci

Masyarakat kerinci mendiami lembah dan pegunungan yang subur. Umumnya kehidupan masyarakat di kerinci sebagian besar adalah petani. Area persawahan di kerinci memiliki sistem pengairan yang memanfaatkan air yang mengalir dari pegunungan, Dengan kondisi bentang alam seperti itu menyebabkan daerah ini memiliki banyak upacara tradisional yang berhubungan dengan kesuburan tanah dan alam.

Oleh sebab itu hingga saat ini sebagian besar masyarakat Kerinci masih menyelenggarakan upacara tradisional tertentu. Upacara tradisional yang diselenggarakan berhubungan dengan kepercayaan maupun yang berhubungan dengan agama langit (islam).

Baca: Danau Lingkat Kerinci

Bukti adanya Melayu Kerinci

Bukti kuat juga ditemukan di daerah Kerinci berupa keramik kuno dari masa pemerintahan Dinasti Han di Cina (202SM-221M). Temuan ini berbentuk guci, mangkuk bergagang, guci bertutup dan sebuah tempayan berkaki tiga tempat menyimpan abu jenazah. Adanya keramik kuno (Han) di kerinci memberi dugaan kepada kita akan kemampuan penduduk prasejarah Kerinci mengadakan hubungan timbal balik dengan perantau daratan Cina, baik dalam bentuk tukar-menukar barang ataupun kegiatan dagang. Selain keramik han di Kerinci juga ditemua keramik Tangm Sung, Yuan, Ming dan Qing, walaupun bentuk temuan tersebut berupa fragmentaris.

Tari Asyek Kerinci

Orang suku kerinci pada masa lalu sudah memiliki bahasa, aksara, undang-undang (hukum) dan memiliki mata uang tersendiri. Bahasa kerinci mempunyai bermacam logat/dialek. Tercatat sekitar 170 buah logat/dialek dan memiliki bentuk dan karakter yang berbeda dengan logat-dialek suku bangsa lainnya. Hampir di setiap jengkal pelosok alam kerinci terdapat beragam benda budaya. Benda Budaya diantaranya adalah Batu Megalth, Selindrik, Punden berundak, Menhir dan berbagai artefak termasuk prasasti kerinci yang ditulis pada daun lontar, randuk, ruas bambu dan ratusan benda budaya yang berusia ribuan tahun.

Baca: Tabuh Larangan

5/5 (2 Reviews)

You may also like

Leave a Comment